Tabel Periodik

Sabtu, 04 Desember 2010

STEROID


Steroid merupakan senyawa yang memiliki kerangka dasar triterpena asiklik. Ciri umum steroid ialah sistem empat cincin yang tergabung. Cincin A, B dan C beranggotakan enam atom karbon, dan cincin D beranggotakan lima. Perhatikan Gambar 1. pada halaman berikut.
gambar 14.51
Gambar 1. Struktur Steroid dan Penomorannya
Kolestrol merupakan steroid yang terbanyak di dalam tubuh manusia.
Kolestrol memiliki struktur dasar inti steroid yang mengandung gugus metil, gugus hidroksi yang terikat pada cincin pertama, dan rantai alkil.
Kandungan kolestrol dalam darah berkisar 200-220 mg/dL, meningkatnya kadar kolestrol dalam darah dapat menyempitkan pembuluh darah di jantung, sehingga terjadi gangguan jantung koroner. Pengobatan yang sering dilakukan adalah melebarkan pembuluh darah seperti, memasang ring atau melakukan operasi.
Kolestrol dalam tubuh dibentuk di dalam liver dari makanan. Struktur kolestrol dapat dilihat pada Gambar 2.
gambar 14.52
Gambar 2. Struktur molekul kolestrol
Kolestrol dalam makan perlu kita waspadai mengingat tren penyakit jantung cukup tinggi di Indonesia. Beberapa makanan yang banyak mengandung kolestrol disajikan dalam Tabel 14.7 di bawah ini.
Tabel A. Sumber makanan dan ukuran sajian serta kandungan kolestrolnya
tabel 14.7
Garam empedu merupakan hasil sintesa kolestrol dan disimpan dalam bladder, peran senyawa ini adalah untuk mengemulsikan asam lemak dan minyak sehingga memperluas permukaan lipida yang akan dibongkar secara enzimatik. Struktur molekul garam empedu dapat dilihat pada Gambar 3.
gambar 14.53
Gambar 3. Struktur molekul Garam empedu
Contoh lain dari lipida jenis steroid adalah hormon seks bagi kaum laki-laki dan perempuan seperti testoteron, estradiol dan progesteron. Struktur molekul dan fungsinya dapat dilihat dalam Tabel B.
Tabel B. Jenis hormon dan fungsi fisiologisnya
tabel 14.8

Rabu, 01 Desember 2010

Gliseroposfolipida


Merupakan jenis lipida yang banyak terdapat dalam membran sel yang dibangun oleh molekul asam lemak, posfat, gliserol, amino dan alkohol. Atas dasar penyusun molekulnya maka, Gliseroposfolipida memiliki gugus polar dan non polar.
Gugus polar terletak pada gugus amina dan gugus non-polar berasal dari rantai atom Carbon senyawa asam lemak, untuk lebih jelas amati Gambar (A).
gambar 14.46
Gambar (A). Senyawa Gliseroposfolipid
Senyawa Gliseroposfolipida yang banyak terdapat dalam makhluk hidup adalah lecithin dan cephalin, senyawa ini terdapat pada otak dan jaringan saraf, selain itu juga ditemukan di dalam telur dan ragi. Kedua senyawa tersebut dapat dilihat pada Bagan (B).
gambar 14.47
Bagan (B). Gliseroposfolipida untuk senyawa lecithin dan cephalin

Minggu, 28 November 2010

Ion Karbenium telah Terungkap


Suatu pandangan yang penting kedalam mekanisme reaksi hidrokarbon telah diungkapkan oleh para ilmuwan yang sedang di Perancis.
Transformasi terkatalisis dari hidrokarbon sangatlah penting pada industi petrokimia akan tetapi kelambanan mereka haruslah diatasi dengan dikerjakan dibawah tekanan dan suhu yang tinggi. Jean Sommer dan para koleganya pada University of Strasbourg telah menunjukkan keberadaan beberapa ion karbenium pada transformasi hidrokarbon pada katalis mineral zeolite. Beberapa ion tersebut pada umumnya diterima sebagai intermediate reaksi namun formasi mereka sepenuhnya belumlah dimengerti.
Sommer menggunakan suatu kombinasi pengukuran NMR dan melabeli bahan pertama guna mendeteksi keberadaan beberapa ion karbenium. Dia menjelaskan bahwa: ‘Kita menunjukkan keberadaan beberapa intermediate tersebut pada zeolite meski pada  suhu ruangan, suatu titk kontroversial pada katalis asam padat.’
Beberapa intermediate ion karbenium pada zeolites telah terlihat menggunakan NMR
‘Beberapa ion karbenium umumnya muncul pada konsentrasi yang sangat rendah, dan selanjutnya sangat sulit untuk dideteksi dan diamati,’ Sommer melanjutkan. ‘Pekerjaan kami mengkonfirmasikan bahwa mereka merupakan intermediate yang perlu dalam memebrikan logika pada reaktifitas hidrokarbon.’
Pierre Esteves, seorang ahli pada carboacation kimiawi pada Federal University of Rio de Janeiro, Brazil, mengomentari bahwa, ‘penggunaan yang elegan dari NMR digabungkan dengan hidrokarbon terklabeli secara isotopis menunjukkan bahwa bukti yang kuat dari perilaku carbocations didalam beberapa katalis berpori tersebut, bahkan pada suhu ruangan sekalipun.’
Langkah berikutnya, menurut Sommer, adalah menemukan jika reaksi tersebut bertempat didalam lubang zeolite atau pada luaran permukaan katalis tersebut.

Minggu, 19 September 2010

Fungsi Baru Bagi tRNA


Ketemu! Pengikatan tRNA (bagian tengah, hijau dan kuning) terhadap cytochrome c(merah) ang dilepaskan oleh mitochondrion (kiri) membatasi formasi suatu kompleks yang menaikkan apoptosis (atas kanan).
Temuan terbaru mengindikasikan bahwa transfer RNA (tRNA) mempunyai fungsi lain sebagai tambahan terhadap peranan yang telah ada sekian lama pada pengekspresian gen. tRNA juga membantu mengontrol apoptosis, atau memprogramkan sel mati, menurut sebuah tim yang dipimpin oleh peneliti ahli biologi kanker yaitu Xiaolu Yang pada University of Pennsylvania (Mol. Cell 2010, 37, 668).
Selama pengekspresian gen, DNA dicatat pertama-tama kedalam pemberi pesan RNA. Kemudian, molekul-molekul tRNA—masing-masing membawa asam amino sebagai muatannya—mengikat pada nukleotida pada pemberi pesan RNA. Suatu ribosome menghubungkan asam amino tersebut secara bersama-sama untuk membentuk suatu protein, dan tRNA yang tidak bermuatan sesudah itu dilepaskan.
Sekarang ini, “untuk pertama kalinya, kita menunjukkan bahwa tRNA mempnyai peranan jelas melampaui transmisi informasi genetis,” kata Yang. “Ini sebenarnya memblok apoptosis.”
Apoptosis menghilangkan sel-sel berbahaya, tidak diinginkan dan rusak. Ini dapat dipicu dengan sinyal-sinyal baik dari dalam dan luar sel. Sinyal-sinyal dari dalam, seperti kerusakan DNA, pembangkit tenaga sel yang tepat, atau mitochondria, guna melepaskan cytochrome c kedalam zat cair gas intrasellular, yang dikenal sebagai cytosol. Mitochondria biasanya menggunakan cytochrome c untuk menghasilkan adenosine triphosphate, yang memberi tenaga pada metabolisme. Namun saat dilepaskan kedalam cytosol, sebagai gantinya cytochrome c mengikat pada protein Apaf-1, yang mengaktifkan caspases yang membelah berbagai selular protein, yang pada akhirnya membunuh sel.
Yang, bersama-sama dengan Yide Mei, Jeongsik Yong, dan beberapa kolega lainnya, telah menemukan bahwa tRNA juga mengikat pada cytochrome c, menghentikannya dari pengikatan pada Apaf-1 dan dengan demikian mencegah apoptosis.
Para peneliti telah “membuka mata tingkat yang tidak diperkirakan sepenuhnya tentang  kontrol pada proses apoptotic,” komentar Bram J. van Raam dan Guy S. Salvesen, yang memelajari apoptosis dan sel mati pada Sanford-Burnham Medical Research Institute, di La Jolla, Calif. (Mol. Cell 2010, 37, 591). Raam dan Salvesen menganjurkan bahwa temuan ini juga “mungkin mengindikasikan tingkat kontrol nuklir penting dan baru terhadap metabolisme mitochondrial.”

Sabtu, 11 September 2010

PEMBUATAN GAS HIDROGEN

A. Cara IndustriB. Cara Laboratorium
1. Elektrolisis air yang sedikit diasamkan2H2O (l) 2H2 (g) + O2 (g)
1.Logam (golongan IA/IIA) + air

2K(s) + 2H2O(l) → 2KOH (aq) + H2 (g)

Ca (s) + 2H2O (l) Ca(OH)2 (aq) + H2 (g)
2. 3Fe(pijar) + 4H2O Fe3O42(g) (s) + 4H
2.Logam dengan Eok o > O + asam kuat encer

Zn (s) + 2HCl (aq) ZnCl2 (aq) + H2 (g)

Mg (s) + 2 HCl (aq) MgCl2 (aq) + H2(g)
3. 2C(pijar) + 2H2O (g) 2H2 (g) + 2CO (g)
3.Logam amfoter + basa kuat

Zn (s) + NaOH(aq) Na2ZnO2 (aq) + H2(g)

2Al (s) + 6NaOH (aq) 2Na3AlO3 (aq) + 3H2(g)

Minggu, 05 September 2010

Fakta Tentang 'TELUR REBUS ASIN'


Fakta tentang Telur rebus asin

Pertanyaan:
Saya pernah mencoba membuat telur asin dan menemukan beberapa fakta berikut:
  • Saya merendam telur mentah dalam air garam (1%, 3%, 7% dan air garam jenuh) selama dua setengah hari. Kemudian saya mencicipi rasa asin dari tiap telur setelah mematangkan mereka dalam air garam semula. Tidak satupun dari mereka yang asin. Namun, ketika saya meningalkan telur dalam air garam jenuh selama 24 jam setelah mematangkan mereka, seluruh bagian telur, termasuk putih telur dan kuning telur, menjadi asin.
  • Saya merendam telur mentah dalam cuka selama lima jam kemudian memindahkannya ke dalam air garam jenuh dan menyimpannya selama dua setengah hari. Kemudian saya mencicipi telur-telur itu setelah mematangkan mereka dalam air garam yang sama. Putih telur menjadi sedikit asin dan kuning telur juga asin meski tidak seasin putih telur.
    Apakah hasil ini disebabkan oleh adanya perubahan pada sifat permeabilitas kulit telur dan atau membran kulit? Apakah kulit telur dan atau membran telur berubah dari semi permeabel menjadi permeabel dan membiarkan natrium klorida masuk ke dalam telur?

  • Jawaban:
    Dr. Yukinori Yoshimura, yakni seorang pakar dalam sistem reproduksi unggas, bersedia menjawab pertanyaan tersebut.Pengamatan dan spekulasi Anda tampaknya akurat dan benar. Saya akan memberikan Anda beberapa jawaban singkat terhadap pertanyaan dulu, baru saya menjelaskan secara detil.
    Percobaan pertama
    Kulit telur menjadi permeabel ketika mereka di masak dengan air mendidih. Ketika kulit telur menjadi lebih permeabel, maka kulit telur akan membiarkan zat-zat seperti garam untuk masuk menembus telur. Karenanya, telur menjadi asin ketika mereka direndam dalam air garam setelah dididihkan.
    Percobaan kedua
    Beberapa perubahan fisika terjadi pada kulit telur dan membran kulit ketika telur direndam dalam cuka selama 5 jam. Namun, telur tidak menjadi asin seperti percobaan sebelumnya. Krena cuka menyebabkan kulit telur melepaskan beberapa ion kalsiumnya ke dalam larutan cuka dan menggumpalkan protein, cuka tampaknya merangsang permeabilitas kulit telur. Tetapi, cuka tampaknya tidak mempengaruhi permeabilitas seperti halnya panas pada percoban sebelumnya. Saya juga berpendapat bahwa telur ini tidak menjadi sama asinnya seperti yang sebelumnya karena telur ini belum direndam cukup lama dalam air garam setelah dididihkan.
    Sebuah telur terdiri dari kuning telur yang dilapisi dengan membran kuning telur, putih telur yang tebal dan berair yang dilapisi dengan membran kulit, dan kulit telur. Kulit telur terbuat terutama dari kalsium karbonat dan juga mengandung sedikit zat organik dan anorganik. Kulit telur memiliki banyak pori kecil untuk embrio dalam telur melakukan respirasi (bernafas) ketika sudah dewasa. Kulit telur ditutupi oleh kutikula, yang juga menutupi pori-pori dengan posisi beberapa derajat untuk mencegah jamur masuk ke dalam telur. Kutikula akan hilang ketika telur dicuci dengan air, yang menyebabkan telur busuk lebih cepat. Membran kulit terbuat dari zat seperti kolagen dan memiliki struktur retikulum. Retikulum ini dilapisi oleh protein.
    Ketika telur dididihkan, kutikula hilang dari kulit telur, dan protein menggumpal membentuk struktur kasar. Perubahan ini tampaknya membuat kulit telur, membran kulit dan putih telur menjadi lebih permeabel.
    Ketka telur ditempatkan dalam cuka, kulit telur menjadi lebih permeabel karena kalsium dalam kulit telur dilepaskan ke dalam cuka dan proteinnya menggumpal. Namun, sulit untuk dikatakan bahwa perendaman dalam cuka selama 5 jam adalah cukup lama untuk mengubah permeabilitas kulit telur.
    Akhirnya, izinkan saya memberikan sedikit tips terkait dengan artikel ini. Ketika sebagian telur direndam sebentar dalam alkohol yang termasuk hormon betina-palsu (senyawa kimia pengganggu hormon endokrin), burung yang dilahirkan memiliki ketidaknormalan reproduksi. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa kimia pengganggu endokrin bisa masuk ke dalam telur dari permukaannya.

    Jumat, 27 Agustus 2010

    BATERAI LITHIUM

    Baterai Lithium


    Dewasa ini, hampir semua peralatan elektronik portabel seperti telpon genggam, kamera, dan pemutar musik menggunakan baterai lithium. Dibandingkan dengan baterai-baterai sebelumnya, baterai lithium lebih ringan dan kapasitas penyimpanan listriknya yang lebih tinggi.
    Baterai lithium merupakan baterai yang menggunakan logam lithium atau paduan lithium sebagai elektroda negatif (anoda) dan material lain seperti mangan dioksida (MnO2), tionil klorida (SOCl2), sulfur dioksida (SO2), Li-I2, Li-Ag2CrO4, Li(CFx)n dsb sebagai elektroda positif. Lithium merupakan logam yang paling ringan, rasio elektron/massa paling besar dan potensial elektroda paling negatif sehingga baterai lithium mempunyai densitas energi yang tinggi dan tegangan yang tinggi. Selain itu proses dischargenya berlangsung stabil, suhu operasi yang luas, dan kinerja yang baik pada temperatur rendah serta waktu hidup yang panjang menjadikan baterai Lithium menjadi populer belakangan ini.

    Baterai Polimer Ion Lithium

    Kelemahan dari baterai lithium adalah sifatnya yang reaktif terhadap air atau uap air. Akibatnya perakitan baterai harus benar-benar bebas air. Elektrolit yang digunakan biasanya adalah garam lithium yang dilarutkan dalam larutan organik polar.
    Kelemahan ini diatasi dengan munculnya konsep baterai ion lithium dimana sebagai elektroda positif (katoda) tidak digunakan logam lithium akan tetapi menggunakan oksida logam lithium seperti LixCoO2, LiNiO2, dan LiMnO4. Sebagai elektroda negatif (anoda) digunakan material karbon (LixC6). Polimer ion lithium pada prinsipnya sama dengan baterai ion lithium. Perbedaannya adalah penggunaan polimer padat sebagai elektrolit, sedangkan pada baterai ion lithium menggunakan liquid atau gel elektrolit. Penggunaan elektrolit polimer mempunyai kelebihan dalam hal kemudahan dalam proses pabrikasi, fleksibel, ringan, elastik dan transparan.

    Elektrolit Polimer

    Elektrolit padat baterai tersusun atas polimer sebagai matrik, garam lithium sebagai pembawa muatan dan sering kali ditambah plastisizer untuk meningkatkan konduktivitas ionik dari polimer.

    Pada awalnya garam lithium yang digunakan adalah LiClO4, LiBF4, LiPF6 dan LiAsF6 karena mempunyai energi kisi rendah dan anion yang mudah terkoordinasi. Akan tetapi karena kurang stabil, penggunaan garam lithium dengan anion bulky seperti lithium bis(trifluoromethanesulfonyl)imide [LiN(CF3SO2)2, LiTFSI], lithium tris(trifuorosulfonyl)methide [LiC(CF3SO2)3, LiTSFM] dan lithium (bis(perfluoroethylsulfonyl) imide [LiN(SO2CF2CF3)2, LiBETI] yang dapat membantu solvasi ion dan mencegah bersatunya pasangan ion menjadi lebih disukai. Selain itu sering juga digunakan garam lithium dengan anion turunan borat karena anionnya dapat mendelokalisasikan muatan.
    Garam lithium perfluoroalkylphosphate Li[(C2F5)3PF3] pada etylene carbonate:dimethyl carbonate (50:50 wt %) dapat meningkatkan stabilitas anodik dan efisiensi discharge yang lebih tinggi. Kenaikan kinerja elektrokimia pada elektrolit disebabkan karena perisai sterik dari fosfor dan delokalisasi muatan negatif melalui sifat hidrofobik dan penarikan elektron dari gugus perfluorinated alkyl.
    Pendekatan lain untuk meningkatkan dissosiasi garam lithium adalah menggunakan agen pengkomplek anion. Contohnya pada aza-ether tersubtitusi dimana atom hidrogen pada nitrogen digantikan oleh gugus penarik elektron seperti CF3SO3 sehingga nitrogen menjadi kekurangan elektron. Contoh lain pada sisi boron pada senyawa borat atau boran yang kekurangan elektron karena adanya gugus aril atau alkil yang terflourinasi.
    Pada elektrolit polimer, ion bergerak pada inter dan intrapolimer diantara sisi koordinasi yang ditunjang dengan fleksibilitas rantai utama dan rantai samping polimernya. Elektrolit polimer mempunyai atom atau gugus atom yang mempunyai kekuatan donor elektron untuk membentuk ikatan koordinasi dengan kation dengan kemudahan dalam rotasi ikatan dan jarak antara sisi koordinasi yang sesuai untuk menghilangkan pengaruh interaksi ion.

    Kamis, 26 Agustus 2010

    Sintesis sebuah Elemen Baru dengan Nomor Atom Z = 117

    Penemuan unsur kimia baru dengan nomor atom Z = 117 dilaporkan. Isotop293117 dan 294117 diproduksi dalam reaksi fusi antara 48Ca dan 249Bk.Peluruhan rantai yang melibatkan 11 inti baru diidentifikasi dengan cara yang penuh pemisah gas Dubna mundur. Sifat diukur peluruhan menunjukkan peningkatan stabilitas yang kuat untuk isotop yang lebih berat dengan Z ≥ 111, memvalidasi konsep pulau mencari panjang stabilitas ditingkatkan untuk inti superheavy.

    Rabu, 25 Agustus 2010

    KIMIA DASAR

    Kimia adalah ilmu tentang zat dan sifat mereka. Hal ini berkaitan dengan bagaimana dan mengapa berbagai bahan menggabungkan atau terpisah untuk membentuk zat yang berbeda. Atom, molekul dan senyawa adalah barang "" Kimia. Elektron orbit luar atau kerang adalah apa yang terutama menentukan karakteristik kimia dari material.

    Pertanyaan Anda mungkin telah meliputi:
    • Apa itu Kimia?
    • Apa yang atom, molekul dan senyawa?
    • Peran apa yang luar orbit atom bermain dalam reaksi kimia?

    Ilmu bahan

    Kimia adalah ilmu yang berhubungan dengan berbagai jenis materi, sifat mereka dan menggunakan, perubahan yang mengalami masalah, dan kondisi yang mempengaruhi perubahan ini. Dengan kata lain, itu berhubungan dengan struktur dan komposisi bahan yang kompleks dan sederhana.

    Jenis Kimia

    Ada himpunan bagian yang berbeda dalam subjek. Kimia Analitik berkaitan dengan identifikasi jenis-jenis materi dan jumlah masing-masing yang membentuk zat kompleks. Kimia Organik adalah senyawa kimia karbon, terutama mereka dalam masalah hidup. Ada beberapa lain, kurang populer Kimia subdivisi.

    Studi Reaksi

    Dalam kondisi tertentu-seperti penambahan berbeda-bahan panas kimia akan bereaksi, membentuk zat baru. Kadang-kadang panas adalah produk sampingan dari reaksi. Studi Kimia reaksi, serta memprediksi reaksi baru.

    Hal-hal Kimia

    The atom adalah satuan kimia dasar.

    Elemen

    Sebuah elemen adalah material atau substansi terdiri dari satu jenis atom.Misalnya, besi merupakan unsur yang terdiri dari besi (Fe) atom.
    Semua elemen yang terjadi di alam telah diberi nama dan diberikan singkat simbol untuk mewakili mereka. Contoh elemen adalah: Hidrogen, Helium, Karbon, Oksigen, Besi, Emas, dan Sulfur. simbol singkat mereka masing-masing: HlaCOFeAu, dan S. Beberapa simbol mewakili nama, sementara yang lain berdiri untuk versi Latin dari nama tersebut.
    Ada 92 unsur alam. Nomor 92 adalah Uranium. Ada juga beberapa yang telah diciptakan secara artifisial, tetapi mereka hancur dengan cepat.

    Molekul

    Suatu molekul kimia adalah kombinasi dari dua atau lebih atom. Mereka bisa dari unsur yang sama seperti molekul oksigen (O2) atau elemen berbeda seperti pada molekul air (H2O).

    Senyawa

    Sebuah senyawa adalah molekul yang terdiri dari setidaknya dua elemen yang berbeda. Molekul air adalah senyawa.

    Properties

    Setiap unsur memiliki sifat fisik dan kimia yang unik. Demikian juga, setiap senyawa memiliki sifat fisika dan kimia yang unik yang biasanya jauh berbeda dari unsur-unsur yang membentuk senyawa tersebut. Contoh yang baik adalah ketika klorin gas beracun hijau dikombinasikan dengan logam natrium peledak untuk membentuk kristal garam putih kita gunakan dalam makanan kita.

    Reaksi kimia perhatian luar orbit

    Esensi Kimia terutama berkaitan dengan orbit luar elemen yang terlibat. Dengan kata lain, aktivitas kimia ditentukan oleh jumlah elektron dalam orbit luar atom.Mereka elektron sering disebut elektron valensi.

    Elektron atom

    Setiap atom memiliki elektron diatur dalam orbit, kerang atau tingkat sekitar intinya.The Bohr atau model tata surya atom tidak lagi digunakan, namun akan lebih mudah untuk memvisualisasikan elektron di orbit, mirip dengan planet-planet di tata surya kita. Salah satu perbedaan adalah bahwa ada biasanya lebih dari satu elektron pada orbit yang, sebagai lawan dari tata surya kita dengan satu planet per orbit.

    Aturan di orbit

    Ada aturan untuk jumlah maksimum elektron pada setiap orbit atau shell. Ada juga aturan untuk mengisi garis edarnya.

    Maksimum nomor

    Maksimal 2 elektron diizinkan pada pertama orbit. Sebagai contoh, Hidrogen memiliki 1 elektron dan Helium memiliki 2 elektron di orbit pertama atau shell.
    Jumlah maksimum elektron pada kedua orbit adalah 8. Elemen nomor 3, Lithium memiliki 2 elektron di orbit pertama dan 1 di orbit kedua. Neon, nomor 10, memiliki 2 elektron di orbit pertama dan 8 di yang kedua.
    Yang ketiga orbit dianggap "penuh" dengan 8 elektron, tetapi memungkinkan maksimum 18 elektron
    Yang keempat orbit juga dianggap "penuh" dengan 8 elektron, tetapi tidak boleh memiliki lebih dari 32.
    Elektron biasanya harus mengisi orbit rendah sebelum memulai pada orbit yang lebih tinggi. Dengan atom yang lebih besar, kompleks aturan lebih lanjut tentang bagaimana orbit diisi memegang.

    Mengisi orbit

    Aturan menyatakan bahwa unsur-unsur "seperti" memiliki orbit luar mereka baik penuh atau kosong elektron. Sebagai contoh, Klor memiliki tiga orbit atau kerang, dengan 7 elektron di orbit luar. Ini mau 8. Demikian juga, Natrium memiliki tiga orbit, dengan hanya 1 elektron di orbit luarnya. Natrium ingin menyingkirkan elektron itu, sehingga akan memiliki 8 di luar perusahaan (kedua) orbit.

    Outer shell menentukan reaksi

    Kombinasi kimia dari atom-atom untuk membentuk molekul terutama didasarkan pada jumlah elektron di orbit luar atau shell dari setiap atom.
    senyawa kimia terbentuk ketika unsur-unsur dapat perdagangan atau berbagi elektron pada orbit terluar mereka, sehingga kulit atau setiap elemen yang baik diisi dengan maksimum atau benar-benar kosong. Dalam kasus Sodium Chloride (NaCl) atau garam dapur umum, Sodium menyerah elektronnya luar satu untuk mengisi's shell Klor luar itu.
    Live TV (Mivo TV-RCTI-TRANS TV-SCTV-GLOBAL TV):


    Widget By: Notes The Green Child